Abad Pertengahan/Arsitektur/Kastil/Carcassonne

Carcassonne berdiri di atas puncak bukti sehingga dapat dilihat dari jauh. Kastil ini selalu menjadi penting bagi pasukan manapun yang ingin menguasai Prancis selatan. Kastil ini juga mengendalikan persimpangan antara jalur ke Samudra Atlantik, Laut Tengah, Prancis, dan Spanyol.

Carcassone

Sekitar 500-an SM, suku Kelt telah mendirikan benteng di Carcassonne. Ketika Romawi menaklukan Galia pada 100-an SM, mereka membangun benteng yang lebih baru dan kuat. Sebagian benteng itu menjadi bagian dari kastil ini.

Pada 453 M, suku Visigoth menakklukan Carcassonne dan memperkuatnya. Ketika Umayyah mengalahkan Visigoth pada awal 700-an M, mereka juga menguasai Carcassonne, namun raja suku Franka, Pippin, merebutnya kembali pada 759 M.

Para raja Meroving menyerahkan Carcassonne kepada Count Toulouse. Pada 1067 M, para Count Touluse membangun benteng yang baru dan lebih kuat di Carcassonne untuk menggantikan benteng lama Visigoth. Mereka membangun kastil dalam, dengan sumur di dalamnya supaya air bisa diperoleh tanpa perlu meniggalkan kastil. Jendela kecil untuk menembakkan panah juga ditambahkan.

Pada 1209 M, para raja Pracis telah menjadi semakin kuat dan mampu merebut Carcassonne dari para Count Toulouse. Prancis kemudian menggunakan Carcassonne sebagai benteng utama untuk mempertahankan perbatasan dengan Spanyol. Mereka juga membangun tembk tambahan untuk memperkuatnya.