Di Provinsi Nusa Tenggara Barat

sunting

Bahasa Bima (Mbojo) dituturkan oleh etnik Bima (Mbojo) yang mendiami wilayah Kabupaten Bima, termasuk Kota Bima, dan Kabupaten Dompu di Pulau Sumbawa sebelah timur, Provinsi NTB. Selain tersebar di tanah asalnya, Bahasa Bima juga tersebar di beberapa wilayah lain di Provinsi NTB, seperti di Kabupaten Sumbawa dan Pulau Lombok. Bahasa Bima juga dituturkan di Provinsi NTT (Reo dan Pota, Manggarai).

Sebaran Bahasa Bima terdapat di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu.

Berdasarkan penghitungan dialektometri, dapat dikatakan bahwa Bahasa Bima terdiri atas empat dialek, yaitu

  1. Dialek Serasuba dituturkan di Kecamatan Rasanae Barat, Kecamatan Rasanae Timur, Desa Kanca, Desa Ncandi, Desa Risa, Desa Ntonggu, Desa Laju, Desa Sambori, Desa Sari, Desa Sangiang, dan Desa Renda (Kabupaten Bima); Desa Karamabura, Desa Adu, Desa Bara, Desa Riwo, Desa Soro, Desa Mbuju, Desa Soriutu, Desa Pekat, Desa O'o, dan Desa Kandai II (Kabupaten Dompu).
  2. Dialek Wawo dituturkan di daerah Sambori dan Tarlawi (Kabupaten Bima).
  3. Dialek Kolo dituturkan di Desa Kolo (Kabupaten Bima), sedasngkan.
  4. Dialek Kore dituturkan di daerah Taloko (Kabupaten Bima).

Persentase antarempat dialek tersebut berkisar antara 51%--55%. Secara umum daerah tersebut berbatasan dengan daerah sebaran Bahasa Bima yang lain. Sementara itu, berdasarkan penghitungan dialektometri, isolek Bima (Mbojo) merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar antara 81%--100% jika dibandingkan dengan bahasa di sekitarnya, misalnya dibandingkan dengan Bahasa Sumbawa (Samawa) dan Bahasa Sasak.

Referensi dan pranala luar

sunting
 
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: