Informasi Obat/Rituksimab

PERINGATAN PENTING:

sunting

Anda mungkin akan mendapat reaksi serius ketika atau 24 jam setelah pemberian rituksimab injeksi. Reaksi tersebut biasa terjadi saat pemberian pertama rituksimab dan dapat menyebabkan kematian. Anda akan mendapat setiap dosis rituksimab di fasilitas kesehatan, dan dokter atau perawat akan mengawasi Anda dengan hati-hati ketika Anda menerima obat. Anda akan mendapat obat tertentu untuk mencegah terjadinya reaksi alergi sebelum Anda menerima rituksimab. Beritahu dokter jika Anda pernah mendapat reaksi alergi terhadap rituksimab injeksi atau pernah mengalami kondisi detak jatuk tidak beraturan, nyeri dada, penyakit jantung lain, atau penyakit paru-paru. Jika Anda mengalami kondisi berikut, segera beritahu dokter atau tenaga kesehatan lain: gatal; ruam merah; bibir bengkak, lidah, atau tenggorokan; kesulitan bernafas atau menelan; pusing; hilang kesadaran; nafas tersengal; bersin terus menerus; sakit kepala; jantung berdebar atau berdetak tidak beraturan; denyut nadi cepat atau tidak dapat diraba; wajah pucat atau membiru; nyeri dada yang menyebar ke bagian atas tubuh; tubuh lemas dan sangat lelah; atau keringat berlebihan.

Rituksimab dapat menimbulkan reaksi alergi serius pada kulit dan mulut yang menyebabkan kematian. Jika Anda mengalami salah satu kondisi berikut, segera beritahu dokter: luka pada kulit, bibir, atau mulut; melepuh; ruam; atau kulit mengelupas.

Anda dapat terinfeksi hepatitis B (virus yang meneginfeksi hati/liver dan menyebabkan kerusakan parah pada hati/liver) namun tidak mengalami gejala penyakit tersebut. Dalam kasus ini, pemberian injeksi rituksimab dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius dan Anda akan mengalami gejala hepatitis. Beritahu dokter jika Anda pernah mengalami infeksi serius, termasuk infeksi virus hepatitis B. Dokter akan meminta Anda melakukan tes darah untuk mengetahui adanya infeksi hepatitis B yang inaktif. Jika perlu, dokter akan memberi obat untuk mengatasi infeksi tersebut sebelum dan ketika Anda menerima obat rituksimab. Dokter juga akan mengawasi Anda terkait gejala infeksi hepatitis B selama atau setelah pengobatan Anda. Jika Anda mengalami kondisi berikut selama atau setelah pengobatan Anda, beritahu dokter segera: kelelahan yang sangat, kulit atau mata menguning, kehilangan nafsu makan, mual atau muntah, nyeri otot, sakit perut, atau urin berwarna gelap.

Beberapa orang mengalami progressive multifocal leukoencephalopathy (PML; infeksi langka pada otak yang tidak dapat diobati, dicegah, atau sembuh dan biasanya menyebabkan kematian atau kelumpuhan parah) ketika atau setelah pengobatan dengan rituksimab. Jika Anda mengalami kondisi berikut, beritahu dokter segera: perubahan mendadak pada kemampuan berpikir; kesulitan bicara atau berjalan; kehilangan keseimbangan; kehilangan kekuatan; perubahan mendadak pada penglihatan; atau gejala tidak biasa lainnya yang muncul tiba-tiba.

Perhatikan seluruh jadwal konsultasi dokter dan uji laboratorium Anda. Dokter akan meminta Anda melakukan beberapa uji laboratorium untuk mengetahui respon tubuh Anda terhadap rituksimab.

Dokter atau apoteker akan memberi informasi produk obat ketika Anda memulai pengobatan dengan rituksimab dan setiap kali Anda menerima pengobatan. Baca petunjuk tersebut dengan seksama dan tanyakan pada dokter atau apoteker jika Anda memiliki pertanyaan.

Diskusikan dengan dokter mengenai risiko penggunaan injeksi rituksimab.

Obat apakah rituksimab injeksi?

sunting

Riuximab digunakan tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain untuk mengobati non-Hodgkin’s lymphoma(NHL; jenis kanker yang berawal di sel darah putih) dan chronic lymphocytic leukemia (CLL). Rituksimab juga dikombinasikan dengan obat lain untuk mengobati gejada rheumatoid arthritis pada pasien yang tekah mendapat pengobatan dengan obat golongan inhibitor tumor necrosis factor (TNF). Rituksimab juga dikombinasikan dengan obat lain untuk pengobatan granulomatosis dengan polyangiitis (Wegener’s Granulomatosis) dan polyangiitis mikroskopis, suatu kondisi ketika tubuh menyerang vena dan pembuluh darah lain dan menyebabkan kerusakan organ seperti jantung dan paru-paru. Rituksimab termasuk obat golongan antibodi monoklonal. Obat ini bekerja dengan membunuh sel kanker NHL dan CLL. Sementara pada reumatoid arthritis, granulomatosis dengan polyangiitis dan polyangiitis mikroskopis, obat ini bekerja dengan menghambat aktivitas sistem imun yang dapat merusak sendi, vena, dan pembuluh darah.

Bagaimana menggunakan obat ini?

sunting

Rituksimab tersedia dalam bentuk cairan yang disuntikan melalui vena. Rituksimab diberikan oleh dokter atau perawat di fasilitas kesehatan. Jadwal pemberian obat bergantung pada kondisi Anda, obat lain yang Anda konsumsi, dan seberapa baik respon tubuh Anda terhadap pengobatan.

Rituksimab harus diberikan secara perlahan. Pemberian pertama rituksimab dapat menghabiskan waktu beberapa jam sehingga Anda sebaiknya merencanakan jadwal dengan baik terkait pemberian obat ini. Setelah dosis pertama, pemberian dosis berikutnya dapat berjalan lebih cepat bergantung seberapa baik respon Anda terhadap obat ini.

Anda mungkin akan mengalami beberapa kondisi seperti demam, menggigil, kelelahan, sakit kepala, atau pusing ketika menerima riruximab, terutama pada dosis pertama. Beritahu dokter atau tenaga kesehatan lain jika Anda mengalami kondisi tersebut selama pemberian obat. Dokter mungkin akan memberikan obat lain untuk mencegah atau meredakan kondisi tersebut. Dokter akan memberitahu Anda untuk meminum obat-obat tersebut sebelum Anda menerima setiap dosis rituksimab.

Mintalah informasi produk obat kepada apoteker atau dokter Anda.

Apakah perhatian khusus yang harus saya ikuti?

sunting
  • Beritahu dokter jika Anda alergi terhadap rituksimab atau obat lain.
  • Beritahu dokter dan apoteker jika Anda sedang atau akan mengonsumsi obat lain (baik obat resep maupun non-resep), vitamin, suplemen nutrisi, dan obat herbal. Pastikan untuk memberikan informasi tentang yang tercantum dalam PERINGATAN PENTING atau obat berikut: adalimumab (Humira); certolizumab (Cimzia); cisplatin (Platinol); etanercept (Enbrel); golimumab (Simponi); infliximab (Remicade); obat untuk tekanan darah tinggi; obat lain untuk pengobatan rheumatoid arthritis; dan obat-obatan yang menekan sistem imun seperti azathioprine (Imuran), siklosporin (Neoral, Sandimmune), sirolimus (Rapamune), dan tacrolimus (Prograf). Dokter mungkin akan mengubah dosis rituksimab atau mengawasi Anda terkait dengan efek samping obat.
  • Beritahu dokter jika Anda memiliki kondisi yang tercantum pada PERINGATAN PENTING atau Anda pernah mengidap hepatitis C atau penyakit virus lain seperti cacar air (chicken pox), herpes, shingles, West Nile virus (virus yang menyebar melalui nyamuk dan dapat menyebabkan penyakit serius), parvovirus B19 (virus yang biasa terdapat pada anak-anak dan hanya menyebabkan penyakit serius pada beberapa orang dewasa), atau cytomegalovirus (virus yang menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem imun rendah), atau masalah ginjal. Beritahu dokter juga jika Anda sedang mengidap infeksi atau memiliki infeksi yang sulit untuk sembuh sebelumnya.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui. Rituksimab berbahaya bagi janin. Anda harus menggunakan KB untuk mencegah kehamilan selama pengobatan dan 12 bulan setelah pengobatan. Diskusikan dengan dokter jenis KB yang cocok untuk Anda. Jika Anda hamil saat dalam masa pengobatan menggunakan rituksimab, beritahu dokter Anda.
  • Tanyakan pada dokter apakah Anda harus menerima vaksinasi tertentu sebelum memulai pengobatan dengan rituksimab. Jangan menerima vaksinasi apa pun selama pengobatan Anda tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Apakah efek samping dari obat ini?

sunting
  • Diare
  • Nyeri punggung atau sendi
  • flushing
  • berkeringat di malam hari
  • perasaan cemas dan khawatir yang tidak biasa
  • pilek

Beberapa efek samping dapat menjadi serius. Jika Anda mengalami kondisi berikut atau yang tercantum pada bagian PERINGATAN PENTING, beritahu dokter segera:

  • pendarahan atau lebam yang tidak biasa
  • nyeri tenggorokan, demam, menggigil, atau gejala lain infeksi
  • nyeri pada telinga
  • nyeri saat buang air kecil
  • kulit memerah, bengkak, dan hangat
  • dada sesak

Rituksimab dapat menyebabkan efek samping lain. Beritahu dokter jika Anda memiliki masalah lain ketika menggunakan obat ini.

Nama dagang di Indonesia

sunting

Rituxan