Sejarah Kekaisaran/Akhemenia: Perbedaan antara revisi

k
tidak ada ringkasan suntingan
k (→‎Catatan kaki: clean up using AWB)
kTidak ada ringkasan suntingan
 
Menurut pandangan tradisional, wilayah Kekaisaran Akhemenia yang amat luas dan keragaman etnokulturalnya yang luar biasa<ref>{{cite book|title=From Cyrus to Alexander: A History of the Persian Empire|author=Pierre Briant|publisher=Eisenbrauns|year=2006|pages=1–3|url=http://books.google.com/?id=lxQ9W6F1oSYC&pg=PA1&dq=Origin+of+the+Achaemenids#v=onepage&q=Origin%20of%20the%20Achaemenids&f=false|isbn=978-1-57506-120-7}}</ref> pada akhirnya menjadi kerugian karena penyerahan kekuasaan kepada pemerintah lokal pada akhirnya melemahkan otoritas pusat milik raja, membuat banyak energi dan sumber daya terbuang akibat harus menghentikan pemberontakan lokal.<ref name=book/> Ini menjelaskan mengapa ketika Aleksander Agung (Aleksander III dari Makedpnia) menginvasi Persia pada tahun 334 SM, dia menghadapi suatu kekaisaran terpecah belah dengan pemimpin yang lemah, mudah untuk dihancurkan. Akan tetapi, sudut pandang ini ditentang oleh beberapa sejarawan modern yang berpendapat bahwa Kekaisaran Akhemenia tidak menderita krisis semacam itu pada masa Aleksander, dan bahwa hanya kericuhan pergantian kekuasaan internal yang terjadi di dalam keluarga Akhemenid yang pernah hampir melemahkan kekaisaran.<ref name=book/> Aleksander, yang merupakan pengagum Koresh Agung,<ref name=Ulrich>{{cite book|title=Alexander the Great|author=Ulrich Wilcken|publisher=W. W. Norton & Company|year=1967|pages=146|url=http://books.google.com/?id=WiSZM-LYsk4C&pg=PA146&lpg=PA146&dq=Alexander+admiration+of+cyrus#v=onepage&q=Alexander%20admiration%20of%20cyrus&f=false|isbn=978-0-393-00381-9}}</ref> pada akhirnya menyebabkan keruntuhan dan perpecahan kekaisaran sekitar tahun 330 SM, membuatnya terbagi menjadi Kerajaan Ptolemaik dan Kekaisaran Seleukia, selain juga wilayah-wilayah kecil lainnya yang memedekakan diri pada masa itu. Akan tetapi, kebudayaan Iran di dataran tinggi tengah tetap berkembang dan pada akrhinya kembali berkuasa pada abad ke-2 SM.<ref name=book/>
[[Berkas:Ancient Persian costumes.jpg|200px|jmpl|pus|Infanteri Akhemenia]]
Warisan sejarah Kekaisaran Akhemenia bukan hanya pengaruh teritorial dan militernya saja, melainkan meliputi pula pengaruh kebudaaan, sosial, dan keagamaan. Banyak orang Athena yang mengadopsi kebiasaan Akhemenia dalam kehidupan sehari-hari mereka sebagai akibat dari kontak antarbudaya,<ref>{{cite book|title=Athens and Persia in the Fifth Century B.C.: A Study in Cultural Receptivity|author=Margaret Christina Miller|publisher=Cambridge University Press|year=2004|pages=243|url=http://books.google.com/?id=oGXMMD5rXBQC&pg=PA243&dq=importance+of+Achaemenid+in+Iranian+culture#v=onepage&q&f=false|isbn=978-0-521-60758-2}}</ref> beberapa karena pernah dikerahkan oleh, atau bersekutu dengan raja Persia. Pengaruh Dekrit Pemulihan Koresh Agung disebutkan dalam naskah Yudea-Kristen, selain itu kekaisaran ini juga amat berperan dalam penyebaran agama Zoroaster hingga ke timur sejauh CinaTiongkok. Bahkan Aleksander Agung, yang menaklukan kekaisaran luas ini, menghormati adat-istiadanya dan memerintahkan orang Yunani untuk ikut menghormasi raja-raja Persia termasuk Koresh Agung. Aleksander bahkan melakukan proskynesis, suatu adat kerajaan Persia, meskipun banyak diprotes oleh para tentara Makedonianya.<ref>Arrian, [http://websfor.org/alexander/arrian/book7a.asp ''Anabasis Alexandri'' VII, 11]</ref><ref name>Plutarch, [http://www.perseus.tufts.edu/cgi-bin/ptext?lookup=Plut.+Caes.+45.1 ''Alexander,'' 45]</ref> Kekaisaran Akhemenia memberikan pengaruh terhadap politik, warisan dan sejarah Persia modern (kini Iran).<ref>{{cite book|title=Birth of the Persian Empire|author=Vesta Sarkhosh Curtis, Sarah Stewart|publisher=I.B.Tauris|year=2005|pages=7|url=http://books.google.com/?id=a0IF9IdkdYEC&pg=PA7&dq=Iranian+identity+and+Cyrus+the+Great#v=onepage&q=Iranian%20identity%20and%20Cyrus%20the%20Great&f=false|isbn=978-1-84511-062-8}}</ref> Perangaruhnya meliputi pula wilayah Persia sebelumnya yang secara keseluruhan disebut Persia Besar. Prestasi teknik yang penting di Kekaisaran Akhemenia adalah sistem pengelolaan air Qanat, yang berusia lebih dari 3000 tahun dan memiliki panjang lebih dari 44 mil (71&nbsp;km.)<ref>hlm. 4 of {{Cite book|publisher=Springer|isbn = 978-90-481-8631-0|last = Mays|first = L.|title = Ancient Water Technologies|date = 30 August 2010}}</ref>
 
Pada tahun 480 SM, diperkirakan bahwa sekitar 50 juta<ref>Yarshater ([http://books.google.com/books?id=WBAZAQAAIAAJ&q=%28Meyer+p.85%29 1996, hlm. 47])</ref> orang tinggal di Kekaisaran Akhemenia<ref name="Cook">Meskipun perkiraan untuk Kekaisaran Akhemenia berkisar antara 10-80+ juta, sebagian besar memilih 50 juta. Prevas ([http://books.google.com/books?id=1S-Q-6jDZ7AC&pg=PA14 2009, hlm. 14]) memperkirakan 10 juta. Strauss ([http://books.google.com/books?id=nQFtMcD5dOsC&pg=PA37 2004, hlm. 37]) memperkirakan sekitar 20 juta. Ward ([http://books.google.com/books?id=8eUTLaaVOOQC&pg=PA16 2009, hlm. 16]) memperkirakan 20 juta. Scheidel ([http://books.google.com/books?id=6vnkts2rOJUC&pg=PA99 2009, hlm. 99]) memperkirakan 35 juta. Daniel ([http://books.google.com/books?id=AzqbYf9Q_2UC&pg=PA41 2001, hlm. 41]) memperkirakan 50 juta. Meyer dan Andreades ([http://books.google.com/books?id=Uwn9d01zMvAC&pg=PA58 2004, hlm. 58]) memperkirakan hingga 50 juta. Jones ([http://books.google.com/books?id=75ueY2rqTYMC&pg=PA8 2004, hlm. 8]) memperkirakan over 50 juta. Richard ([http://books.google.com/books?id=toJI-Z_WAC0C&pg=PA34 2008, hlm. 34]) memperkirakan hampir 70 juta. Hanson ([http://books.google.com/books?id=6p5mAAAAMAAJ 2001, hlm. 32]) memperkirakan hampir 75 juta. Cowley ([http://books.google.com/books?id=l6JmAAAAMAAJ 1999 and 2001, hlm. 17]) memperkirakan kemungkinan80 juta.</ref> atau sekitar 44% dari seluruh populasi dunia pada masa itu, menjadikannya kekaisaran dengan jumlah penduduk terbanyak.<ref>http://www.census.gov/population/international/data/idb/worldhis.php</ref>
3.848

suntingan