Lagu Banjar: Perbedaan antara revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  2 bulan yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
kTidak ada ringkasan suntingan
kTidak ada ringkasan suntingan
* '''Lagu (Pantun) Pasisiran''' yaitu lagu yang berkembang di daerah pesisiran [[:w:Kotabaru|Kota Baru]] ([[:w:Sigam, Pulau Laut Utara, Kotabaru|Sigam]]), yang dinyanyikan melengking-lengking dengan nada tinggi (karena ada sedikit pengaruh [[:w:Suku Bugis|Bugis]]). Contohnya, lagu ''Japin Sigam'' yang mengiringi tari Japin Sigam. Lagu yang bernuansa pasisiran lainnya yaitu lagu ''Intan Marikit'' ciptaan Agit Kursani.
 
Ketiga jenis tersebut di atas merupakan jenis lagu-lagu [[:w:Musik Panting|Musik Panting]]. Pada musik panting yang asli di daerah Banjar di pakai tiga jenis alat musik saja yaitu alat musik petik '''panting''' (sejenis gambus salodangselodang/karungut/tingkilan), babun (gendang) dan agung (gong). Di daerah rantauan yang berbau [[:w:Arab|Arab-Indonesia]] ditambahan alat musik kaprak. Dan ada pula yang menambahkan tamborin. Lagu Pandahan di [[:w:Hulu Sungai|Hulu Sungai]] menggunakan babun (gendang), juga terdapat rebab dan terbang. Penambahan babun yang bunyinya menghentak-hentak sangat sesuai karena sering dipakai sebagai pengiring ''ba-kuntau'' (silat). Sedangkan Lagu Pasisiran ditambahkan tamborin dan biola (pengaruh Arab), karena fungsinya sebagai pengiring tarian Japin (Zafin) dengan hentakan kaki yang khas (kapincalan). Dari sinilah adanya unsur biola pada musik panting.
 
Sebagai ''pungkala'' (patron) dalam mengambil penciptaan jenis lagu Banjar dari 3 macam irama (cengkok):
119

suntingan