Makhluk Legenda Yunani-Romawi/Leukrokottas

Leukrokottas, krokottas, atau kynolykos adalah hewan buas mirip hyena di India dan Ethiopia.

Leukrokottas
Leukrokottas

Ktesias menyebut bahwa hewan ini "seberani singa, secepat kuda, dan sekuat banteng." Disebutkan pula bahwa leukrokottas tidak dapat dikalahkan dengan senjata besi jenis apapun.[1] Sementara Plinius tua mencatat bahwa leukrokottas merupakan "hewan liar tercepat" dengan ciri-ciri berupa tubuh rusa; leher, ekor, dan dada singa; kepala luak (badger); kaki berkuku dua; mulut yang lebar hingga mencapai telinga; dan terdapat banyak tulang-tulang di mulutnya allih-alih gigi.[2] Sementara Cassius Dio menuturkan bahwa leukrokottas memiliki warna campuran antara singa dan harimau, dengan penampilan campuran antara singa, harimau, anjing, dan rubah.[3] Leukrokottas berukuran kira-kira sebesar keledai.[2]

Leukrokottas adalah hewan yang kuat, cerdas, dan buas. Makhluk ini memiliki kemampuan meniru suara manusia. Dengan kemampuan ini, pada malam hari, leukrokottas biasanya memanggil nama orang. Begitu orang yang dipanggil datang mendekat, Leukrokottas akan langsung membunuhnya dan melahapnya.[1] Luekrokottas memperoleh pengetahuan mengenai nama-nama orang karena hewan ini sering bersembunyi di semak-semak sambil mendengarkan orang-orang yang sedang bercakap-cakap.[4]

Leukrokottas lahir dari kawin silang antara hyena jantan dan singa betina,[5] dan kmampuan Leukrokottas untuk meniru suara manusia kemungkinan diwarisi dari hynena, yang juga dapat meniru suara manusia. Aelianus menulis bahwa hyena memangsa hewan ternak dengan cara menirukan suara manusia sehingga hewan ternak mendekatinya.[4] Sementara itu Strabo menyebut bahwa Leukrokottas merupakan keturunan dari kawin silang antara anjing dan serigala.[6]

Kisah mengenai leukrokottas kemungkinan berasal dari para pengelana yang melihat jenis hyena tertentu, kemugkinan besar hyena tutul atau disebut juga dubuk. Dan memang ada kemiripan antara mitos leukrokottas dengan ciri-ciri dubuk. Dubuk memiliki rahang dan gigi yang kuat, dapat mencerna beragam jenis makanan, diketahui sering memakan bangkai manusia, serta dapat mengeluarkan suara tawa mirip tawa manusia. Dalam mitos lokal, dubuk dipercaya dapat mengubah jenis kelaminnya, mitos ini terutama berkaitan dengan fakta bahwa dubuk jantan dan betina sulit dibedakan. Selain itu, mitos lokal juga menggambarkan bahwa dubuk dapat mengubah wujud dan meniru suara manusia. Aspek-aspek dari mitos lokal itu kemungkinan ikut mempengaruhi penggambaran leukrokottas.

Pada Abad Pertengahan, muncul mitos tambahan mengenai leukrokottas, yaitu bahwa jika seseorang menaruh mata leukrokottas di bawah lidahnya, maka ia akan memiliki kemampuan meramal.

Catatan kaki

sunting
  1. 1,0 1,1 Ktesias, Indika, dalam Photius, Myriobiblon 72
  2. 2,0 2,1 Plinius Tua Sejarah Alam 8. 72
  3. Cassius Dio, 77.1.3-5
  4. 4,0 4,1 Aelianus, Mengenai Hewan 7. 22
  5. Plinius Tua, Sejarah Alam 8. 107
  6. Strabo, Geographika 16.4.16