Pada 12 Rabi'ul Akhir 1386, bersetuju dengan 31 Juli 1966, ninik mamak dan Majelis Alim-ulama negeri Sungai Batang - Tanjung Sani, yang di kedua negeri itu di zaman dahulu, ayah, nenek, dan nenek dari nenek saya menjadi guru pembimbing umat dalam agama Islam, telah memberikan secara resmi gelar Tuanku Syekh kepada saya, sebagai gelar pusaka yang dahulu beliau-beliau pakai dan terletak gelar tersebut sejak ayah saya wafat pada 21 Jumadil Akhir 1364 bersetuju dengan 2 Juni 1945.

Kutipan di atas diambil dari Kata Pengantar Tafsir Al Azhar Jilid 6, hal xiii.[1]

Referensi

sunting
  1. Hamka (Agustus 2015) (dalam bahasa id). Tafsir Al Azhar 6. Tafsir Al Azhar. Jakarta: Penerbit Gema Insani. Wikidata Q107616702. ISBN 978-602-250-250-0.