Mitologi Yunani/Theseus/Konflik Dengan Suku Amazon

Theseus menjadi raja Athena. Ia memerintah dengan adil dan bijak. Ia melindungi Oidipus yang telah renta dan terusir dari negaranya bersama putri-putrinya di Kolonos dari gangguan Kreon, pemimpin Thebes dan paman Oidipus. Theseus melindungi mereka hingga Oidipus meninggal. Setelah itu ia mengantarkan anak-anak Oidipus ke Thebes dengan selamat.

Theseus melawan Banteng Marathon

Setelah terjadinya konflik besar dalam pertempuran antara Thebes dan Argos, Kreon, pemimpin Thebes, melarang jasad para pemimpin Argos untuk dimakamkan. Adrastos, satu-satunya pemimpin Argos yang selamat, akhirnya memimta pertolongan kepada Theseus.

Theseus memimpin pasukan dari Athena dan mengalahkan Thebes. Ia lalu memaksa Kreon untuk membiarkan jasad para pemimpin Argos dimakamkan. Meskipun berhasil mengalahkan Thebes, Theseus tidak menduduki ataupun menjarah kota itu. Setelah jasad para pemimpin Argos dimakamkan, ia bersama pasukannya pulang kembali ke Athena.


Theseus dan Herakles melawan suku Amazon

Menurut drama tragedi karya Eurpides yang berjudul Kegilaan Herakles, Theseus membujuk sepupunya Herakles untuk tidak bunuh diri. Herakels sendiri sempat akan bunuh diri akibat frustasi setelah membunuh anak-anaknya sendiri serta kemungkinan istrinya juga, Megara. Ia melakukannya akibat ditimpakan kegilaan oleh Hera.

Ketika kawan-kawan Herakles yang lain menghindarinya, Theseus berusaha untuk menghiburnya dan membangkitkan kembali semangatnya. Ia memberitahunya bahwa bunuh diri adalah perbuatan pengecut. Theseus lalu membawa Herakles ke Athena untuk disucikan.

Dalam versi lainnya, Theseus tidak terlibat dalam mitos dengan Herakles ini. Sebagian besar perndapat menyebutkan bahwa Thespioslah yang menyucikan Herakles. Terlepas dari siapa yang menyucikannya, Herakels kemudian mendatangi orakel Delphi dan menjalankan dua belas tugas untuk sepupunya Euristheus.


Theseus melawan suku Amazon

Meskipun telah memikul tanggung jawab sebagai raja, Theseus tetap menyukai petualangan dan bahaya. Di Marathon, ada seekor banteng, dikenal sebagai Banteng Marathon, yang membunuhi orang dan merusak lahan pertanian. Banteng ini dulunya dikenal sebagai Banteng Kreta, yang dimiliki oleh Raja Minos. Banteng ini juga adalah banteng yang merupakan ayah monster Minotaur. Banteng ini dibawa dari Kreta ke Tirins oleh Herakles dalam rangka menjalankan salah satu tugasnya. Setelah menunjukkan hewan ini kepada Euristheus, Herakles melepaskannya hingag akhirnya banteng ini tiba di Marathon dan membuat kekacauan.

Mendengar tentang seekor banteng yang mengganggu ketentraman rakyat, Theseus pun berangkat ke Marathon dan membunuh hewan itu.


Peristiwa mengenai Theseus dan suku Amazon berikut ini cukup membingungkan, dan memiliki beberapa versi berbeda.

Theseus kemungkinan menemani Herakles ke Themiskyra, negara Amazon, dalam tugas kesembilan Herakles, atau Theseus pergi ke sana sendiri. Setelah itu, Theseus kemungkinan menculik Antiope, saudari Hippolite (Ratu Amazon), atau Antiope secara sukarela kabur bersama Theseus ke Athena.

Pertempuran antara suku Amazon melawan Athena

Dalam salah satu bagian dari Siklus Epos, yakni Nostoi ("Kepulangan"), Herakles dan Theseus mengepung Themiskyra. Antiope, yang jatuh kepada Theseus, memilih untuk mengkhianati suku dan kotanya sendiri.

Theseus dan Antiope menikah serta memperoleh seorang putra bernama Hippolitos. Ada pula pendapat bahwa istri Theseus adalah Hippolite.

Suku Amazon kemudian menyerang Athena namun dikalahkan oleh Theseus dan pasukan Athena. Antiope sendiri berpihak kepada Theseus. Dalam fase terakhir pertempuran, Antiope terbunuh.

Berdasarkan peristiwa di atas, suku Amazon menyerang Athena untuk menghukum dam membunuh Antiope atas pengkhianatan yang ia lakukan. Sementara beberapa penulis linnya mengatakan bahwa suku Amazon datang untuk menyelamatkan Antiope, karena Antiope diculik oleh Theseus.

Dalam Katalog Para Wanita, Theseus juga menikahi Hippe dan Aigle pada saat yang sama.