Pasangan Suami Istri Penjual Tahu Isi

NAMA : MASYITA APRILIA NIM : 0910580222016 PRODI : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA SEMESTER:3(tiga)

Tema: “Perjuangan suami istri pekerja keras’’


Di depan sebuah desa, hiduplah seorang penjual tahu isi bernama pak udin dan bu ita.Mereka adalah penjual tahu isi dipinggir jalanan sudahbertahun tahun lamanya. Dia juga adalah orang tua,yang membesarkan satu anak laki laki bernama risky yang sudah memasuki kelas 1 sd.

Bu ita adalah seorang wanita yang penuh semangat dan ketangguhan. Setiap pagi, dia dan suami bangun lebih awal dari semua orang, untuk mempersiapkan bahan-bahan tahu isi dan memasaknya dengan cermat. Meskipun seringkali lelah dan kelelahan, bu ita tidak pernah menyerah. Dia bertekad memberikan yang terbaik demi keluarganya.bu ita kadang kelelahan karna pembelinya selalu ramai.tapi dia selalu melayani pembelinya dengan sangat ramah.

Selain bu ita menjual tahu isi dia juga selalu mengantar anaknya untuk ke sekolah dan dia juga sangat pintar dalam mengatur waktunya.sebelum resky diantar ke sekolah oleh ibu ita tak lupa bu ita memberi sarapan untuk putranya.dan sarapan bersama pak udin dan bu ita di meja makan.

Bu siti dan pak udin sangat terlihat bahagia melihat putranya yang sudah besar.keluarga mereka sangatlah bahagia dan sangat kecukupan dengan berjualan tahu isi. Pak udin dan Resky memuji makanan yang dibuat oleh ibu ita yang sangat lezat.

Bu ita merasa terharu mendengar pujian suaminya dan putranya,. Meski mereka hidup sederhaa tapi pak udin dan bu ita selalu memberi kebahagiaan kepada putranya.Setelah selesai sarapan resky berpamitan ayahnya karna sudah mau diantar oleh ibu ia untuk ke sekolah,reaky mencium takzim tangan ayahnya dan mengucapkan salam.dan dia pun diantar untuk ke sekolah oleh bu ita.

Sampainya di sekolah resky tak lupa bu ita memberi pesan kepada anaknya supaya nelajar dengan baik dan memperhatikan guru.dan jika waktu pulang tunggu ibu akan menjemput mu.

Setiap sore, pak udin dan bu ita berangkat dari rumah dengan medorong gerobak tahu isinya ke pinggir jalanan yang biasa ditempati hari hari., yang ddipenuhi dngan varian rasa yangberbeda.: tahu isi daging, tahu isi sayuran, tahu isi jamur, dan bahkan tahu isi mercon. Mereka berdua bekerja keras membuat tahu isi sejak dini hari, menggiling kacang, memotong sayuran, dan mencampur bumbu-bumbu khas mereka.

Dengan gerobak berwarna cerah dan tertib, Disinggahi banyak orang yang sedang dalam perjalanan. Di antara derai anak-anak berlarian, tawa orang tua, serta berbagai aktifitas masyarakat, Budi dan Siti menjalankan bisnis mereka dengan penuh kegembiraan.

Pada suatu hari, ketika mereka dikerumuni banyak pembeli,pak budi Melihat dikawasan itu ada seorang nenenk nenek dengan terlihat sangat kelaparan.. Nenek itu menggenggam uang receh di tangannya, sepertinya ingin membeli sesuatu, tapi ragu untuk mendekati gerobak tahu isi.

Pak udin menghampiri dan tersenyum lembut pada nenek itu. "Ibu, apa yang Ibu inginkan? Mungkin kami bisa membantu?" tanya pak udin dengan penuh kebaikan. Nenek itu sedikit terkejut oleh sikap baik pak udin. Dia pun tersenyum kecil dan berkata, "Aku sedang kelaparan anak ,sudah 1 hari aku belum makan,aku ingin membeli tahu isi tapi aku hanya mempunyai uang receng ,dan ibu tau uang receh ini tidak cukup untuk membeli tahu isinya”

Pak udin tanpa pikir panang langsung menarik tangan ibu dan mengajak untuk mendekat ke grobaknya itu dan berkata"Tidak masalah, Bu. Karena hari ini Ibu beruntung, kami akan memberikan dua tahu isi daging itu secara gratis untuk Ibu."Ikut udin ya bu.

Sesampainya di tempat gerobak pak udin ,pak udin dan bu ita langsung membungkuskan tahu isi daging kepada nenek itu.Nenek itu terharu. Dia tidak menyangka mendapatkan perlakuan begitu baik dari sepasang suami istri penjual tahu isi. Sambil mengusap air mata haru di pipinya, dia berkata, "Terima kasih, anak muda baik. Semoga kalian selalu diberkahi."

Setelah itu bu ita membalas ucapan ibu itu”Sama-sama nek,nek kalau mau makan tahu isi nenek bisa kesini lagi ya”. Lagi dan lagi ibu itu mengeluarkan air mata haru kara ngak nyangka istri pak udin juga begitu baik hati. Dan nenek itu berpamit pulang dan tak lupa mengucapkan terimah kasih yang kesekian kalinya karna dia sangat terharu.. Sejak hari itu, Budi dan Siti secara rutin membagikan beberapa tahu isi secara cuma-cuma pada orang-orang yang membutuhkan seperti nenek itu kemarin. Berita tentang kebaikan pasangan suami istri penjual tahu isi itu menyebar, dan mereka semakin dikenal oleh masyarakat dengan sebutan "pak udin dan bu situ, si penjual tahu isi hati". Berbekal rasa saling percaya dan kebaikan hati, bisnis tahu isi mereka semakin berkembang pesat. Pelanggan- pelanggan mereka semakin banyak mendatangi tempat dia, dan mereka mendapatkan borongan tahu isinya untuk acara kantor salah satu pembeli.

Namun, di tengah kesuksesan, Budi dan Siti tidak pernah melupakan akar dari bisnis mereka. Mereka tetap menjalankan kegiatan sosial dengan membagikan tahu isi gratis pada orang-orang yang membutuhkan. Kebaikan hati mereka terus memperkuat ikatan dengan pelanggan setia, dan usaha mereka semakin bertumbuh dengan penuh cinta dan kebahagiaan.

Cerita tentang pasangan suami istri penjual tahu isi ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Mereka membuktikan bahwa bisnis bukan hanya soal uang semata, tetapi juga tentang memberikan kebahagiaan, kehangatan, dan kasih sayang pada sesama.