Petarung Perkasa/Centurion Romawi

Centurion merupakan pencapaian tertinggi karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang pria dapat memperoleh penghasilan sepenuhnya dari peperangan dan pembunuhan.

—Terence Rotolo, ahli Centurion Romawi

Centurion adalah perwira dalam angkatan darat Romawi kuno. Mereka seringkali dipilih berdasarkan kemampuan dan kehebatan mereka dalam pertempuran. Centurion memimpin pasukan mereka di garis depan, memimpin dan menginspirasi anak buahnya sebagai contoh. Mereka juga seringkali memperlihatkan kemampuan dan keberanian yang membuat mereka berhasil memperoleh pangkat sebagai Centurion. Akan tetapi, karena bertugas di garis depan, mereka juga menderita jumlah korban yang cukup banyak.

Seorang Centurion yang mengenakan Lorica Segmentata dan memegang Gladius.

Tiap Centurion bertugas memimpin satu Centuria, yaitu unit yang terdiri atas sekitar 80-100 orang. Mereka bertanggung jawab secara langsung dalam pelatihan para legiuner yang berada di bawah komandonya. Centurion sangat mementingkan kedisiplinan, oleh karena itu Centurion terkenal sering memberikan hukuman yang berat kepada anak buahnya yang melanggar peraturan.

Perlindungan

sunting

Zirah yang terkenal dipakai oleh Centurion adalah Lorica segmentata, yaitu zirah yang terdiri atas lempengan-lempengan besi yang diikat menjadi satu. Zirah ini melindungi dada, perut, punggung, dan bahu. Zirah lainnya yang juga pernah digunakan oleh Centruion ialah Lorica hamata, yang merupakan zirah cincin.

Centurion Romawi memakai helm Galia yang dilengkapi dengan pelindung pipi bersengsel dan pelindung leher. Helm ini juga ditambahi bulu-bulu berwarna merah di bagian atasnya. Pelindung lainnya yang dipakai oleh Centurion adalah grev atau pelindung kaki, yang menutupi bagian betis dan lutut. Selain itu, mereka memakai Cingulum, yaitu sabuk untuk melindungi selangkangan. Sabuk ini dibuat dari kulit yang ditambahi banyak tonjolan besi. Centurion juga membawa perisai berbentuk persegi panjang atau lonjong yang disebut Scutum. Perisai ini dibuat dari beberapa lapis kayu yang ditutupi kain atau kulit dan ditambahi tonjolan besi pada bagian tengahnya. Bagian pinggirnya juga dilapisi besi. Scutum biasanya berwarna merah.

Persenjataan

sunting

Berikut ini adalah beberapa senjata yang biasanya dibawa oleh Centurion:

  • Gladius: Pedang sepanjang 18 inci berbilah lurus bermata ganda. Dengan ujung yang lancip, pedang ini sangat cocok untuk menusuk, meskipun dapat pula dipakai untuk memotong dan menebas. Gagangnya dibuat dari tulang dan dibentuk bergelombang untuk memudahkan pegangan dengan bagian pomel yang berbentuk bulat. Pedang dipakai oleh pasukan Romawi hingga akhir abad ke-2 M sebelum digantikan oleh pedang Spatha. Dari nama pedang inilah muncul istilah Gladiator.
  • Spatha: Pedang Romawi sepanjang 75 cm hingga 1 m berbilah lurus bermata ganda. Pedang ini mulai dipakai dalam pasukan Romawi pada abad ke-1 M. Lama-kelamaan pedang ini menggantikan Gladius sebagai pedang utama pasukan Romawi.
  • Pilum: Lembing Romawi sepanjang 2 meter dan berat 2–5 kg yang terdiri atas batang besi dengan ujung yang tajam yang terpasang pada gagang kayu panjang. Pilum digunakan dengan cara dilemparkan ke arah musuh. Pilum dirancang sedemikian rupa sehingga akan patah begitu menancap pada musuh, dengan demikian musuh tidak akan dapat melempar balik Pilum ke arah pasukan Romawi.
  • Puggio: Pisau besi yang digunakan sebagai senjata cadangan.
  • Dolabra: Kapak dengan bilah penusuk tajam di bagian belakangnya. Dolabra biasana digunakan untuk menggali parit meskipun dapat pula digunakan sebagai senjata darurat.
  • Falx: Pedang dengan bilah melengkung mirip arit dan memiliki bagian tajam pada bagian cekungnya.