Petarung Perkasa/Gladiator Romawi

Gladiator hanya hidup untuk satu hal, yaitu membunuh

—Chris Torres, ahli senjata kuno

Gladiator adalah petarung bersenjata yang melakukan konfrontasi berdarah melawan sesama Gladiator, hewan buas, dan narapidana di amfiteater. Pertarungan Gladiator merupakan suatu hiburan pada masa Republik Romawi dan Kekaisaran Romawi.

Dua Gladiator yang sedang bertarung.

Gladiator bisa merupakan tentara tawanan dari pasukan musuh, ataupun narapidana yang dipilih karena kekejaman, kekuatan, dan kemampuan mereka. Selain itu ada pula sedikit Gladiator yang merupakan orang bebas yang memang ingin bertarung demi uang dan ketenaran. Di Romawi kuno, Gladiator menghibur masyarakat dengan pertarungan yang berdarah dan brutal, bahkan bisa sampai mati.

Supaya dapat memuaskan penonton, Gladiator terlebih dahulu dilatih untuk meningkatkan kemampuan membunuh, menggunakan persenjataan dengan beragam tingkat bahaya dan dapat menghibur penonton. Gladiator yang mampu bertahan hidup akan menjadi terkenal sebagai pahlawan legendaris.

Dalam pertarungan Gladiator, mereka diharapkan untuk mati tanpa meminta pengampunan atau menangis kesakitan. Jika seorang Gladiator telah bertarung dengan gagah berani dan berhasil memperoleh simpati penonton, maka hidupnya dapat diampuni meski kalah. Tidak diketahui berapa tingkat kematian Gladiator yang kalah, namun diduga bahwa tidak banyak Gladiator yang mampu bertahan mencapai lebih dari sepuluh pertarungan. Gladiator pemenang biasanya diberikan untaian daun salam atau uang dari penonton, namun hadiah terbesar bagi seorang Gladiator adalah pembebasan dari perbudakan. Seorang Gladiator dapat bebas jika diberikan rudis (pedang kayu) oleh pemiliknya.

Orang Romawi dari golongan atas biasanya meminum darah Gladiator yang telah gugur. Gladiator yang menang akan mandi dalam minyak zaitun, lalu keringat dan darah yang bercampur dengan minyak zaitun itu akan dijual dengan harga tinggi pada pria kaya Romawi.

Seiring kekayaan Kekaisaran Romawi mengalami penuruan dan agama Kristen semakin populer, pertarungan Gladiator pun dilarang sejak 438 M.

Perlindungan

sunting

Gladiator tidak mengenakan zirah yang melindungi dada, perut, dan punggung, namun sebagian Gladiator dilengkapi dengan helm tertutup yang dibuat dari logam, perisai (bisa perisai bundar kecil, segi empat kecil, atau persegi panjang), dan pelindung kaki serta lengan dari kain, kulit, besi, atau perunggu.

Persenjataan

sunting

Gladiator terdiri dari banyak jenis, dan tiap jenis membawa persenjataan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa senjata yang dipakai oleh beragam jenis Gladiator.

  • Cestus: Sarung tangan kulit yang dilengkapi dengan duri-duri besi.
  • Scissor: Pisau berbentuk bulan sabit yang terpasang pada tabung logam panjang, yang dipegang oleh satu tangan. Senjata ini dipakai oleh Gladiator jenis Scissor dan mungkin Secutor.
  • Trisula: Tombak sepanjang enam kaki yang bercabang tiga dan digunakan oleh Gladiator jenis Retiarius.
  • Jala: Jaring berbentuk lingkaran dengan pemberat timah pada ujungnya. Jala ini dipakai oleh Gladiator jenis Retiarius dan diikatkan pada pinggang sang gladiator. Senjata ini digunakan untuk menjerat lawan sebelum kemudian sang Retiarius menyerangnya dengan trisula.
  • Umban: Senjata proyektil yang digunakan untuk melempar batu ke arah yang jauh.
  • Sica: Pedang pendek bermata tunggal dan berbilah melengkung yang dipakai oleh Gladiator jenis Thraex.