Petarung Perkasa/Kesatria Eropa

Knight adalah prajurit terhebat sepanjang masa. Mereka terhormat, tapi mereka juga pembunuh.

—David Coretti, purnawirawan tentara dan ahli pedang

Knight adalah kelas kesatria pada Abad Pertengahan di Eropa. Mereka memiliki suatu aturan atau kode etik yang disebut "chivalry".

Knight Prancis yang mengenakan zirah cincin dan memakai helm besi.

Dalam bahasa-bahasa India-Eropa lainnya, istilah untuk knight sama dengan istilah untuk prajurit penunggang kuda atau cavalier, misalnya Chevalier dalam bahasa Perancis dan Ritter dalam bahasa Jerman. Ini menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara Knight dengan keahlian kuda, yang memang digunakan sebagai hewan tungangannya. Sejak masa kuno, posisi terhormat dan bergengsi dimiliki oleh prajurit berkuda, misalnya Hippeus di Yunani dan Eques di Romawi, jadi tidak heran jika Knight juga amat terkait dengan keahlian berkuda.

Knight memperoleh reputasi sebagai prajurit tangguh selama Perang Salib dalam rangka memperebutkan "Tanah Suci." Mereka percaya bahwa mereka sedang menjalani misi ilahi dari Tuhan untuk merebut kembali Tanah Suci dari orang-orang Muslim yang mendudukinya.

PerlindunganSunting

Baju Zirah yang terkenal sering dipakai oleh Knight adalah zirah lempeng. Zirah ini terdiri atas lempengan-lempengan besi yang menutupi seluruh tubuh, dari ujung kaki hingga kepala. Zirah ini memberikan tingkat perlindungan yang sangat tinggi dan mampu menahan berbagai jenis serangan, mulai dari tusukan, tebasan, hingga pukulan. Namun zirah ini cukup berat dan membatasi pergerakan. Sebelum penggunaan zirah lempeng menyebar, Knight memakai suatu jenis zirah yang disebut zirah cincin, yaitu zirah yang dibuat dari cincin-cincin yang disusun menjadi satu pakaian pelindung. Karena Knight sangat erat dengan keahlian berkuda, mereka juga melengkapi kuda-kudanya dengan zirah.

Knight membawa perisai besi yang bentuknya mirip segitiga sama kaki atau layang-layang.

PersenjataanSunting

Berikut ini adalah beberapa senjata yang biasanya dibawa oleh Knight:

  • Pedang Lebar: Pedang Eropa Abad Pertengahan sepanjang tiga kaki berbilah lurus bermata ganda. Gagangnya biasanya dihaisi dengan simbol salib. Pedang ini dapat dipegang dengan satu ataupun dua tangan. Pedang ini sangat terkenal digunakan oleh para Knight, bahkan ketika mereka sedang tidak memakai zirah sekalipun. Pedang ini memiliki kekuatan tusukan yang sangat mematikan.
  • Halberd: Tongkat kayu panjang yang ujungnya dilengkapi dengan kapak serta duri besi tajam dan sabit besi atau palu. Bagian pegangannya dilindungi lingkaran besi yang disebut langets. Senjata ini merupakan senjata yang serbaguna. Kapaknya dapat dipakai untuk memotong, palunya dapat dipakai untuk menghantam, durinya dapat dipakai untuk menusuk, sabitnya dapat dipakai untuk menjatuhkan penunggang kuda, dan gagangnya dapat dipakai untuk menahan serangan musuh.
  • Bintang Pagi: Disebut juga flail, senjata ini terdiri atas bola besi berduri yang disambungkan dengan rantai pada sebuah gagang kayu.
  • Busur silang: Senjata ini berupa busur yang terpasang pada platform kayu. Ketika busurnya direntangkan, tali busurnya ditahan pada sebuah cekukan. Ketika picunya diangkat, talinya akan terlepas dari cekukan dan melesatkan anak panah. Busur silang terkenal karena keakuratan, kemudahan, dan kekuatan tembakannya. Kekurangan senjata ini adalah butuh waktu untuk memasang anak panah.