Petarung Perkasa/Prajurit Abadi

Pasukan Abadi Persia adalah pasukan khusus di dunia kuno. Mereka dilatih sejak usia lima tahun hanya untuk membunuh dan memusnahkan pasukan musuh.

—Ardeshir Radpour, sejarawan Persia

Pasukan Abadi adalah pasukan elit di Kekaisaran Persia Akhemeniyah atau disebut juga Kekaisaran Persia Pertama, yang berdiri pada 550–330 SM. Pasukan in bertugas sebaagi Garda Imperial sekaligus sebagai pasukan tempur. Pasukan Abadi terlibat dalam ekpansi Kekaisaran Persia dan Perang Yunani-Persia.

Seorang prajurit Pasukan Abadi.

Pasukan ini dinamai Pasukan Abadi karena jumlahnya selalu tetap, yakni 10.000 prajurit. Mereka punya tradisi dan aturan bahwa jika ada tentara Abadi yang terbunuh, terluka parah, cacat serius, atau sakit, maka akan langsung digantikan oleh tentara baru sehingga jumlah pasukan ini akan selalu 10.000, tidak kurang dan tidak lebih. Pasukan Abadi juga tidak pernah meninggalkan mayat prajurit yang mati di medan pertempuran. Mereka selalu memindahkan prajurit Pasukan Abadi yang terbunuh dan menjauhkannya dari pantauan musuh, dengan demikian musuh jarang melihat prajurit Pasukan Abadi yang mati. Ini seolah-oleh membuat prajurit Pasukan Abadi terlihat tidak dapat mati

Nama pasukan ini dalam bahasa Persia kemungkinan adalah Anûšiya ('rekan').

Para prajurit dalam Pasukan Abadi sudah dilatih dengan keras sejak kecil. Mereka yang menjadi tentara Abadi adalah pria-pria yang sangat setia pada kaisar dan akan melindungi kaisar bahkan sampai mati.

Perlindungan

sunting

Pasukan Abadi Persia mengenakan jubah berwarna-warni yang di baliknya terdapat zirah sisik Zirah ini dapat melindungi pasukan Abadi namun sisik-sisiknya dapat terlepas jika terus-menerus diserang.

Perisai Pasukan Abadi disebut gerron, dibuat dari anyaman kayu yang dilapisi kulit atau kain, dan bentuknya mirip biola. Ada pula tentara Abadi yang membawa perisai berbetuk persegi panjang atau bulat. Seiring waktu, mereka mengadopsi perisai Aspis Yunani setelah menyadari bahwa perisai Yunani dapat memberikan perlindungan yang lebih kuat.

Persenjataan

sunting
  • Akinaka: Pedang pendek dengan panjang sekitar 35–45 cm yang digunakan untuk memotong, mencincang, dan menusuk musuh.
  • Tombak: Tombak Persia sepanjang enam kaki dengan mata tombak dari logam. Pada ujung lainnya terdapat penyeimbang dari besi berbentuk bulat yang dibuat dari perak (bagi prajurit biasa) dan emas (bagi perwira), yang dapat pula pula digunakan sebagai senjata pemukul. Senjata ini merupakan senjata utama pasukan Abadi dan digunakan untuk menusuk musuh. Tombak ini biasanya dipegang dengan satu tangan, meskipun dapat pula dipegang dengan dua tangan.
  • Sagaris: Kapak perang Persia yang terdiri atas bilah kapak lebar (atau palu besar) dengan belati tajam di ujung lainnya yang terpasang pada gagang kayu sepanjang 30 inci. Kapak ini cukup ringan dan dapat dipegang dengan satu tangan, namun cukup kuat untuk menembus zirah dan helm logam. Kapak ini juga dapat digunakan untuk menjatuhkan penunggang kuda.
  • Busur Panah: Busur campur Persia sepanjang empat kaki yang diabut dari kayu, tanduk, dan urat hewan. Busur ini dirancang sedemikian rupa sehngga memberikan tensi dan kekuatan lebih ketika ditaik.
  • Anak panah: Anak panah Persia sepanjang dua setengah kaki dan dibuat dari kayu pinus atau gelagah dengan mata panah dari perunggu atau besi. Pasukan Abadi membawa tempat anak panah mereka di punggung atau pinggang.