Petarung Perkasa/Prajurit Zande

Kami orang Zande membunuh. Kami tak punya waktu untuk membawamu ke perkemahan. Itu bukan tujuan kami ketika bertempur. Tujuan kami adalah untuk menghabisimu.

—Gordon Jock, ahli persenjataan Zande

Prajurit Zande adalah unit tempur dari suku Zande. Suku Zande adalah suatu suku di Afrika Utara Tengah, sebagian besar wilayahnya kini menjadi negara Sudan dan Republik Demokratik Kongo. Kata "Zande" sendiri bermakna "suku yang menguasai banyak tanah", dan merujuk kepada sejarah mereka sebagai pasukan penakluk.

Seorang prajurit Zande yang membawa Makraka dan Kube.

Suku Zande terkenal atas kehebatan mereka dalam berperang. Mereka menggunakan persenjataan Zaman Perunggu dan peperangan psikologis yang mematikan untuk memberikan efek yang besar dalam penyerbuan untuk memperoleh sumber daya baru. Untuk peperangan psikologis, suku Zande mengasah gigi mereka supaya penampilan mereka menjadi mirip seperti kanibal ketika dilihat oleh musuh. Suku Zande menentang perdagangan budak dan terkenal atas usaha mereka melawan para pedagang budak.

Suku Zande masih ada hingga masa kini dan masih menggunakan persenjataan kuno dari leluhur mereka.

PerlindunganSunting

Pasukan Zande tidak mengenakan baju zirah namun mereka biasanya membawa perisai anyaman besar yang disebut Kube. Perisai ini besar dan lentur namun sangat ringan dan tipis sehingga mudah ditembus. Di balik perisai, biasanya ada cakram besi tempat menggantungkan Kpinga.

Ada pula prajurit Zande yang mengenakan hiasan kepala.

PersenjataanSunting

Berikut ini adalah senjata yang dibawa oleh prajurit Zande:

  • Makraka: Pisau besar berbentuk arit sepanjang dua kaki dengan ujung yang melebar dan sisi tajamnya terdapat pada bagian cekungnya. Gagangnya dibuat dari kayu yang dilapisi kulit untuk mempermudah genggaman tangan.
  • Makrigga: Tombak kayu sepanjang tujuh kaki dengan mata tombak dari besi. Bagian mata tombaknya dilengkapi dengan banyak duri besi sehingga ketika tombak ini dicabut dari tubuh musuh, maka organ dalam musuh juga akan ikut tercabut.
  • Kpinga: Pisau lempar dengan tiga bilah tajam, sedangkan gagangnya dibuat dari serat tanaman. Panjangnya sekitar 21 inci.
  • Botto: Busur panah sepanjang empat kaki yang dibuat dari kayu dengan tali busur yang dibuat dari urat hewan.
  • Pima: Anak panah sepanjang dua kaki yang dibuat dari kayu pinus, sedangkan mata panahnya dibuat dari besi dan dilapisi dengan Benge, yaitu bubuk merah yang mengandung racun dan berasal dari sejenis tanaman menjalar.