Papais adalah salah satu camilan khas Jawa Barat. Camilan ini pertama kali berasal dari Desa Cisaat, Subang. Papais terbuat dari bahan utama yaitu tepung kanji. Camilan ini memiliki rasa manis dan legit. Camilan ini dibungkus menggunakan daun pisang. Cara pembuatannya pun masih menggunakan cara-cara tradisional. Masyarakat Sunda biasanya menyajikan papais pada saat perayaan seperti pernikahan, khitanan, dan sebagainya. Pada tahun 2015, papais telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

  • 600 gram pisang matang, haluskan menggunakan garpu
  • 180 gram tepung kanji
  • 150 gram kelapa parut
  • 50 gram tepung beras
  • 60 ml santan kental
  • 40 gram terigu
  • 4 sdm gula pasir
  • 4 sdm minyak
  • 1/2 sdt garam
  • Daun pisang secukupnya (untuk bungkus)

Cara Membuat

sunting
  1. Siapkan semua bahan
  2. Buat adonan terlebih dahulu dengan mencampurkan semua bahan. Aduk hingga merata
  3. Cicipi adonan untuk memastikan tingkat kemanisan. Jika kurang manis, tambahkan gula pasir
  4. Ambil selembar daun pisang, tuangkan ½ sdm adonan, lalu bungkus dengan rapi
  5. Sematkan lidi atau tambahkan tali untuk mengunci daun agar tetap rapat
  6. Kukus adonan yang telah dibungkus, lalu tunggu kurang lebih 30 menit
  7. Angkat adonan yang telah matang, lalu tiriskan
  8. Papais siap dihidangkan

Referensi

sunting