Sejarah Kekaisaran/Makedonia

Kerajaan Makedonia adalah kerajaan Yunani kuno yang berpusat di semenanjung Yunani bagian timur laut.[1] Pada awalnya, Makedonia berbatasan dengan Epiros di barat, Paionia di utara, Thrakia di timur, dan Thessalia di selatan,

Bintang Vergina, simbol raja Philippos II

Makedonia bermula sebagai sebuah kerajaan kecil yang tidak terlalu berpengaruh dalam peradaban Yunani klasik. Akan tetapi, semenjak dipimpin oleh raja Philippos II, Makedonia tumbuh dan berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Yunani. Penerus Philippos, yaitu Aleksadner III, kelak dikenal sebagai Aleksander Agung, membawa Makedonia menaklukan Kekaisaran Persia Akhemenia, menjadikan Makedonia tak hanya meliputi Yunani, melainkan juga Asia Kecil, Levant, Mesir, Mesopotamia, Iran, sebagian Asia Tengah serta India Utara. Pada titik ini, Makedonia telah menjadi suatu kekaisaran. Penaklukan Aleksander juga menandai awal dari periode baru dalam peradaban Yunani, yaitu periode Hellensitik. Pada masa ini, kebudayaan Yunani menyebar hingga ke India.

Wilayah terluas Makedonia di bawah Aleksander Agung

Pada tahun 323 SM, Aleksander meninggal dan Makedonia terpecah menjadi beberapa kerajaan. Akibatnya wilayah Makedonia sendiri kemudian hanya meliputi Yunani saja. Tahta Makedonia diteruskan oleh dinasti Antipatrid, yang kemudian diteruskan oleh dinasti Antigonid.

Selama abad ke-2 dan ke-1 SM, Makedonia mengalami beberapa perang dengan Republik Romawi, dan nyaris selalu mengalami kekalahan. Pada ahirnya, pada tahun 146 SM, Makedonia sepenuhnya ditaklukan oleh Romawi dan akibatnya dijadikan salah satu provinsi di Romawi.

Wilayah Makedonia setelah kematian Aleksander Agung (hijau)

Catatan kakiSunting

  1. (2008). Macedonia. Encyclopædia Britannica. Encyclopædia Britannica Online. URL diakses pada 2008-11-03.

Lihat pulaSunting