Sejarah Kekaisaran/Media

Kekaisaran Media (bahasa Persia Lama: Mādai) atau Konfederasi Media adalah negara yang didirikan oleh bangsa Mede.

Bendera Kekaisaran Media

Bangsa Mede merupakan suku bangsa Iran kuno yang tinggal di Iran, tepatnya di tempat disebut Media. Mereka menuturkan bahasa Iran barat laut yang disebut bahasa Media. Kedatangan bangsa Mede ke daerah tersebut dikaitkan dengan gelombang pertama suku Iran pada akhir milenium kedua SM (keruntuhan Zaman Perunggu) hingga awal milenium pertama SM.

Sejak abad ke-10 SM hingga akhir abad ke-7 SM, bangsa-bangsa Iran, yaitu bangsa Mede dan bangsa Persia, berada di bawah dominasi Kekaisaran Assyria Baru yang berpusat di Mesopotamia.[1]

Setelah jatuhnya Kekaisaran Assyria, antara tahun 616 SM dan 605 SM, dibentuklah negara Media bersatu, yang, bersama dengan Babilonia, Lydia, dan Mesir, menjadi negara adidaya di Timur Dekat kuno.

Bangsawan Mede

Media berskutu dengan bangsa Babilonia dan Skythia untuk menghancurkan ibukota Assyria, Nineveh pada tahun 612 SM. Peristiwa tersebut berakibat pada runtuhnya Kekaisaran Assyria Baru. Setelah itu bangsa Mede berhasil menjadikan Kerajaan Media meluas melampaui tanah air asli mereka (Iran tengah-barat). Kerajaan Media menguasai wilayah yang terbentang mulai dari Iran timur laut hingga Sungai Halys di Anatolia. Kerajaan Media berpusat di kota Ekbatana sebagai ibukota kerajaannya.

Kerajaan Media ditaklukan pada tahun 550 SM oleh Koresh Agung, yang kemudian mendirikan dinasti Iran berikutnya, yaitu Kekaisaran Akhemenia Persia.[2]

Media memberikan pengaruh yang cukup besar dalam sejarah Iran. Beberapa kata dari bahasa Media masih digunakan hingga saat ini.[3] Bangsa Mede memiliki agama Iran kuno (suatu bentuk Mazdaisme pra-Zoroaster atau penyembahan Mithra) dengan pendeta yang disebut "Magi". Pada pemerintahan raja-raja terakhir Media, reformasi Zoroaster menyebar ke Iran barat.

Selain Ekbatana (Hamedan modern), kota-kota lainnya yang ada di Media antara lain Laodikea (Nahavand modern)[4] dan gundukan yang dulunya adalah kota terbesar di Media, yaitu Rhages (disebut juga Rey), di pinggiran Shahr Rey, sebelah selatan Teheran. Kota keempat Media adalah Apamea, di dekat Ekbatana, yang lokasi pastinya tak diketahui. Pada periode akhir, bangsa Mede dan khususnya prajurit Mede banyak digambarkan di situs arkeologi Persia seperti di Persepolis. Ini mengindikasikan bahwa para tentara Mede memainkan peranan penting dalam militer dinasti Akhamenia Kekaisaran Persia.

Wilayah Kekaisaran Media

Herodotos, Dalam karyanya Historia, menyebutkan bahwa bangsa Mede terdiri atas enam suku, yaitu suku Busai, Paretakeni, Strukhates, Arizanti, Buddii, dan Magi.[5] Keenam suku Mede itu tinggal di wilayah inti Media, yaitu di segitiga antara Ekbatana, Rhagae dan Aspadana,[6] di Iran tengah modern,[7][8] di wilayah antara Teheran, Isfahan, dan Hamadan.

Suku Magi tinggal di Rhagae,[9] Teheran modern.[10] Suku ini bisa dibilang merupakan kelompok suci yang mengelola urusan keagamaan di Media.[11] Suku Paretakeni tinggal di Aspadana, Isfahan modern,[6][12][13] suku Arizanti di Kashan[6] dan suku Busai di Ekbatana, Hamadan mdoern.[6] Sementara suku Strukhates dan Budii tinggal di desa-desa di segitiga Media.[14]

Catatan kakiSunting

  1. Georges Roux - Ancient Iraq
  2. 1997. The Oxford Encyclopedia of Archaeology in The Near East, Volume 3. Oxford: Oxford University Press. hlm 448-9
  3. 1997. The Oxford Encyclopedia of Archaeology in The Near East, Volume 3. Oxford: Oxford University Press. hlm 449-50
  4. Ayatollahi, Habibollah. 2003. The History of Iranian Art. Alhoda
  5. Herodotos 1.101
  6. 6,0 6,1 6,2 6,3 Gershevitch, I. 1985. The Cambridge History of Iran, Volum 2. Cambridge: Cambridge University Press.
  7. Talbot, Alice-Mary & Sullivan, Denis F. 2005. The History of Leo the Deacon: Byzantine Military Expansion in the Tenth Century. Dumbarton Oaks.
  8. Oden, Scott. 2006. Men of Bronze. Medallion Press, Inc
  9. Boyce, Mary. 1982. A History of Zoroastrianism: Volume II: Under the Achaemenians. BRILL
  10. Zumerchik, John & Danver, Steven Laurence. 2010. Seas and Waterways of the World: An Encyclopedia of History, Uses, and Issues, Volume 1. ABC-CLIO.
  11. Sabourin, Leopold. 1973. Priesthood. Brill Archive.
  12. De Bode, C. A. 1845. Travels in Luristan and Arabistan, Volume 2. J. Madden and Company
  13. Christensen, Peter. 1993. 'The Decline of Iranshahr: Irrigation and Environments in the History of the Middle East, 500 B.C. to A.D. 1500. Museum Tusculanum Press
  14. Thomson, James Oliver. 1948. 'History of Ancient Geography. Biblo & Tannen Publishers.