Tahu Sama Tahu/Lalu Lintas/Kendaraan Umum/Naik KRL Tanpa Bayar

Sejak kapan naik KRL harus bayar? Yang ada juga masuk stasiun harus beli karcis. Karena itu celah sebenarnya sih ada di kondisi stasiun. Umumnya stasiun di Indonesia berbentuk stasiun terbuka. Dengan kata lain (hampir) siapa saja bisa masuk ke stasiun lewat berbagai akses yang tidak terjaga. Untuk itu, agar naik KRL tidak perlu membayar, maka:

  • Cari jalan masuk lain ke stasiun di mana tidak ada petugas KA, penjual karcis, dsb
  • Pemeriksaan karcis di atas KRL termasuk jarang, jadi Anda bisa cukup pede untuk tidak berkarcis selama perjalanan. Jikapun Anda kebetulan apes karena ada pemeriksaan karcis, pura-pura cuek bisa dicoba, atau tertidur yang gak bangun-bangun. Atau, angkatlah tangan sambil mengucapkan kata sakti dengan nada sok akrab: "Abu!" (Abonemen).
  • Naik di atap KRL juga memudahkan karena bisa dipastikan tidak ada pemeriksaan karcis
  • Turun di stasiun yang tidak ketat penjagaannya
  • Lompat (jika Anda berada di atas atap KRL) ke atap gerbong KA lainnya
  • Turun (atau melompat) di tempat yang agak jauh dari stasiun
  • Datang ke stasiun sebelum petugas (karcis) KA datang

Catatan Baru : Saat ini semua KRL tidak perlu bayar, syaratnya :

  • Berangkat pagi ke arah jakarta (max jam 9.00) saat itu KRL penuh sesak dijamin tdk ada pemeriksaan karcis
  • Jam pulang kantor dari arah jakarta, sama seperti pagi, KRL prnuh sesak tanpa ada pemeriksaan.

Kereta eksekutif luar kota, seharga KA. ekonomiSunting

  • Beli karcis peron Rp. 1.500, di st.gambir atau kota untuk dapat masuk stasiun.
  • Pada saat kereta eksekutif pilihan anda tiba, jangan ragu untuk naik.
  • Berdiri disambungan, atau di gerbong makan (restorasi).
  • Pada saat pemeriksaan karcis, berikan uang 'semampunya' kepada kondektur, sambil tanyakan ada kursi kosong atau tidak, biasanya kondektur akan meminta anda untuk mengikutinya, dan anda akan ditunjukan tempat duduk yang kosong.
  • Jika kondektur kurang berkenan dengan jumlah uang yang anda beri, katakan bahwa anda mahasiswa, biasanya 'beliau' langsung paham. Tapi bila tampang anda sudah tidak pantas disebut 'mahasiswa' bilang aja gak ada lagi, mohon kebijaksanaan.
  • selamat mencoba.