Yunani Kuno/Militer/Hoplites

Sekitar tahun 650 SM, para jenderal Yunani dari berbagai negara kota menemukan cara pertempuran baru yang memberi para tentara Yunani pada periode Arkaik keuntungan atas pasukan dari negara lain seperti Mesir atau Lydia. Alih-alih bertempur dalam satu kerumunan besar, berlari ke depan dan membunuh musuh yang ditemui, para jenderal Yunani melatih pasukan mereka untuk bertempur dalam barisan, saling berdampingan. Dengan cara ini, tiap tentara dilindungi oleh perisai yang dibawh oleh orang di sampingnya. Ketika mereka berjalan bersam-sama, tembok perisai mereka tidak dapat ditembus oleh panah atau tombak.

Seorang hoplites

Tentara yang bertempur dengan cara ini disebut hoplites, sedangkan sekelompok tentara yang bertempur dengan cara ini disebut phalanx hoplites. Phalanx hoplites merupakan formasi militer yang amat kuat, namun hanya dapat berfungsi dengan baik jika semua tentaranya terlath dan cukup berani untuk mempertahankan barisan. Jika ada yang memisahkan diri dari barisan, maka formasi akan pecah dan strategi ini akan menjadi kacau. Selain itu, semua tentara harus mampu bergerak dengan kecepatan yang sama. Jika ada tentara yang berjalan terlalu lambat atau terlalu cepat, formasi ini tak akan bekerja. Oleh karena itu, para hoplites banyak melakukan latihan.

Ciri lainnya dari gaya bertempur hoplites adalah bahwa tiap orang harus mengenakan perangkat zirah yang seragam. Setiap tentara harus mengenakan zirah linen (linothorax) atau zirah logam, helm, perisai, serta pelindung betis. Selain itu mereka juga mesti membawa tombak dan pedang. Oleh karena itu, orang baru dapat menjadi hoplites jika mampu membeli semua persenjataan tersebut. Karena harganya yang mahal, orang miskin biasanya tidak dapat ikut serta dalam pasukan.

Beberapa sejarawan berpendapat bahwa hoplites membantu perkembangan demokrasi di Yunani karena menekankan bahwa tiap tentara memberikan peranan penting dalam suatu pasukan. Selain itu, phalanx hoplites membuat para tentara Yunani menjadi tentara bayaran yang banyak digunakan oleh negara-negara di sekitar mereka selama beberapa ratus tahun selanjutnya. Dengan phalanx hoplites pula orang Yunani berhasil menghalau pasukan Persia pada Perang Yunani-Persia.