Manajemen Lalu Lintas/Prinsip pengendalian lalu lintas

Prinsip yang digunakan dalam mengendalikan lalu lintas adalah mengambil langkah untuk secara terus menerus mengendalikan lalu lintas serta upaya yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan lalu lintas yang timbul serta memprediksi sebelum permasalahan tersebut terjadi, untuk kemudian dipersiapkan solusi, jangan sampai permasalahan membesar dan tidak terkendali seperti yang sekarang bisa kita amati dari pertumbuhan lalu lintas sepeda motor yang luar biasa dan lalu lintasnya cenderung selalu melanggar aturan lalu lintas tanpa ada langkah untuk melakukan penindakan hukum yang nyata/significant terhadap pelanggaran yang mereka buat.

Langkah untuk mengendalikan lalu lintas meliputi:

Monitoring lalu lintasSunting

Langkah utama yang perlu dilakukan adalah dengan secara terus menerus melakukan monitoring terhadap lalu lintas yang dapat diotomatisasikan dan dikendalikan melalui pusat kendali lalu lintas.

Pendekatan Manajemen lalu lintasSunting

Manajemen lalu lintas sebagai perangkat perencanaan, pemantauan dan kendali terhadap lalu lintas dan atau langkah yang dilakukan untuk mempengaruhi lalu lintas. Sasarannya pelasanaan manajemen lalu lintas adalah:

Optimalisasi penggunaan infrastrukturSunting

Salah satu tujuan penting dalam pengendalian lalu lintas adalah bagaimana melakukan optimalisasi penggunaan infrastruktur, dimana tujuan utamanya adalah bagaimana infrastruktur yang ada dapat digunakan secara optimal untuk mengalirkan manusia, bukan mengalirkan kendaraan.

Peningkatan keselamatanSunting

Dalam hal angka kecelakaan yang tinggi, yang dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Secara menyeluruh angka kecelakaan tinggi yang bisa diakibatkan oleh tingkah laku pengemudi yang buruk, pengetahuan tentang aturan yang rendah, keahlian mengemudi yang kurang. Semua ini perlu dipelajari secara mendalam untuk mencari akar permasalahannya. Keluaran dari kajian dapat berupa peningkatan pelaksanaan pengawasan yang diikuti dengan penegakan hukum dan bila diperlukan diperlukan meninjau kembali proses perolehan Surat Ijin Mengemudi; termasuk pelaksanaan penegakan hukum elektronik untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan penegakan hukum.
  2. Kecelakaan lalu lintas pada suatu kawasan tinggi (Black area) yang bisa diakibatkan oleh geometrik yang jelek pada kawasan tersebut yang berdampak pada tingginya kecelakaan pada kawasan tersebut. Untuk menangani permasalahan seperti ini perlu diambil langkah untuk mempelajari tipologi permasalahan yang terjadi di kawasan tersebut, misalnya jalan 2 jalur yang tidak di pisah dengan median dan berdasarkan data kecelakaan bahwa banyak terjadi kecelakaan head-on (laga kambing), maka solusi yang ditawarkan adalah pemasangan median pada jalan tersebut, ataupun dijadikan jalan satu arah.
  3. Kecelakaan tinggi pada satu titik berdasarkan analisis Black-spot yang bisa diakibatkan oleh oleh geometrik yang jelek dalam hal ini bisa karena terganggunya jarak pandang yang memerlukan perbaikan geometrik pada tempat tersebut.

Peningkatan kelancaran lalu lintasSunting

Dalam hal terjadi kemacetan lalu lintas, langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Secara keseluruhan kota mengalami kemacetan yang serius, maka langkah yang penting yang bisa dilakukan adalah dengan:
    1. Meningkatkan kapasitas jaringan yang dapat ditempuh dengan berbagai langkah seperti penerapan ITS (Intelligent Trasport System), pembangunan jalan-jalan pintas, penambahan kapasitas jalan.
    2. Mengurangi arus lalu lintas kendaraan pribadi dan mengalihkan ke angkutan umum, dalam hal ini perlu peningkatan pelayanan angkutan umum yang nyata sehingga masyarakat mau menggunakan angkutan umum. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dapat dilihat lebih lanjut pada bab berikutnya.
  2. Kemacetan yang terjadi pada satu titik yang dapat terjadi karena kapasitas yang tidak memadai, ataupun karena pengaturan yang tidak tepat.

Peningkatan kualitas lingkunganSunting

Dalam rangka penurunan pencemaran yang diakibatkan transportasi dapat dilakukan beberapa langkah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kualitas bahan bakar
  2. Meningkatkan standar emisi kendaraan, termasuk mempromosikan kendaraan yang renddah polusi seperti hibrida atau kendaraan listrik
  3. Mengalihkan masyarakat dalam bertransportasi ke kemdaraan yang pencemaran per orang yang diangkut rendah.