Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut, disela jeda, dan di akhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lain. Dalam wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan di akhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!); dan di dalamnya dapat disertakan tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), pisah (-), dan spasi. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru pada wujud tulisan sepadan dengan intonasi akhir pada wujud lisan sedangkan spasi yang mengikuti mereka melambangkan kesenyapan. Tanda baca sepadan dengan jeda.

Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Pemirsa, demikian saya Efrida Nasution dari istana negara melaporkan, sampai jumpa dilain waktu.

Kepada bapak ketua kami persilakan.

Fungsi sintaksis unsur kalimat

sunting

Jenis fungsi sintaksis yang umum diakui adalah subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.

Fungsi subjek

sunting
  • Saya makan kue.
  • Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Peran semantis unsur kalimat

sunting

Jenis kalimat

sunting

Kalimat adalah gabungan dari beberapa kata yang mengungkapkan suatu maksud. Secara lisan, kalimat diiringi dengan nada bicara, jeda dan intonasi. Secara tertulis, kalimat ditandai dengan huruf kapital dan tanda baca yang sesuai.

Kalimat Aktif

sunting

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan. Biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan me atau ber. Contoh:

  • Nina menulis surat untuk nenek.

Kalimat Pasif

sunting

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di-. Contoh: Surat untuk nenek ditulis oleh Nina.

Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif: 1. Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif. 2. Awalan me- diganti dengan di-. 3. Tambahkan kata oleh di belakang predikat. Contoh: Bapak memancing ikan. (aktif) Ikan dipancing oleh bapak. (pasif)

4. Jika subjek kalimat aktif berupa kata ganti maka awalan me- pada predikat dihapus, kemudian subjek dan predikat dirapatkan. Contoh: Aku harus memngerjakan PR. (aktif) PR harus kukerjakan. (pasif)

Kalimat Langsung

sunting

Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Bagian kutipan dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah. Biasanya ditandai dengan tanda petik ( “....” ) Contoh: Ibu berkata, “Anis, jangan bermain-main saja, kamu harus belajar !”

Kalimat Tidak Langsung

sunting

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan orang lain. Bagian kutipan pada kalimat langsung berubah menjadi kalimat berita. Contoh: Ibu berkata bahwa aku harus rajin belajar.

Kalimat Berita

sunting

Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Umumnya mendorong orang untuk memberikan tanggapan.

Macam-macam kalimat berita : 1. Kalimat berita kepastian Contoh: Nenek akan datang dari Bandung besok pagi.

2. Kalimat berita pengingkaran Contoh: Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu.

3. Kalimat berita kesangsian Contoh: Bapak mungkin akan tiba besok pagi.

4. Kalimat berita bentuk lainnya Contoh: Kami tidak tahu mengapa dia datang terlambat.

Kalimat Perintah

sunting

Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Biasanya di akhiri dengan tanda seru (!). Dalam bentuk lisan, kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi.

Macam-macam kalimat perintah : 1. Kalimat perintah biasa, ditandai dengan partikel lah. Contoh : Gantilah bajumu !

2. Kalimat larangan, ditandai dengan penggunaan kata jangan. Contoh Jangan membuang sampah sembarangan !

3. Kalimat ajakan, ditandai dengan kata mohon, tolong, silakan. Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah !

Kalimat Tanya

sunting

Kalimat tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang sehingga diperoleh jawaban tentang suatu masalah. Biasanya di akhiri dengan tanda tanya (?). Secara lisan, kalimat tanya ditandai dengan intonasi yang rendah. Contoh: Apakah kamu sakit? Siapa yang membeli buku ini?

Kalimat Efektif

sunting

kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menjelaskan maksud dari seseorang agar mudah dipahami oleh orang lain

Kalimat efektif memiliki syarat: 1. Secara tepat mewakili gagasan penulis atau pembicaranya.

2. Menimbulkan gambaran yang sama antara penulis dengan pembaca atau pembicara dengan pendengar. Ciri-ciri: 1. Memiliki kesatuan gagasan atau ide pokok 2. Menggunakan kata atau frasa imbuhan yang memiliki kesamaan. 3. Tidak menggunakan kata-kata yang tidak perlu. 4. Memberikan penekanan pada bagian-bagian yang penting.

Kalimat Tunggal

sunting

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari inti kalimat atau satu kalimat. Inti kalimat dibentuk oleh subjek dan predikat Jenis-jenis kalimat tunggal:

1. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda. Contoh: Saya siswa kelas VI.

2. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Contoh: Adik bernyanyi.

Perluasan kalimat tunggal dilakukan dengan menambah unsur baru yang disebut keterangan Dapat berupa keterangan tempat, keterangan cara, maupun keterangan waktu.

Contoh: Saya siswa kelas VI di SD Negeri Merdeka.
Adik bernyanyi dengan sangat merdu.

Perluasan kalimat tunggal

sunting

Hubungan antarklausa

sunting