EROPA DI TIONGKOK

SEJARAH HONGKONG

DARI PERMULAAN SAMPAI TAHUN 1882

KARYA

E. J. EITEL, Ph.D. (Tubing.)

KEPALA SEKOLAH, HONGKONG

Kehendak sebenarnya nampak ideal.—Carlyle.
LONDON

LUZAC & COMPANY

HONGKONG

KELLY & WALSH, Ld.

1895
UNTUK

ISTRIKU

WINEFRED NÉE EATON

DALAM MENGENANG

TIGA PULUH TAHUN TERANG REDUP RUMAH TANGGA

YANG DIJALANI DI KANTON DAN HONGKONG

BUKU INI

YANG MEMILIKI SEGALA HAL UNTUKNYA

SANGAT DIDEDIKASIKAN
PRAKATA.

Kepada warga Eropa yang bermukim di Hongkong atau Tiongkok, aku tak perlu menawarkan keputusan apapun untuk mengundang kalian untuk mengambil buku ini. Keinginan alami untuk mempelajari untuk memahami kehadiran lewat penjelasan masa lampau, akan dimohonkan dengan mereka lebih baik ketimbang yang dapat aku lakukan. Namun pembaca umum, di Inggris dan tempat lain, aku memajukan penjelasan ulang pandangan yang banyak diterima namun sedikit berpengaruh, di luar rasa penasaran, yang menyoroti Hongkong, masyarakat dan pendiriannya, atau bahkan hubungan Eropa dengan Tiongkok.

Sehingga, pada penglihatan pertama, Koloni Hongkong nampak bak sekumpulan besar molekul mengambang dari bangsa-bangsa, yang para Gubernurnya secara berturut-turut nampak menjadi faktor tambahan yang mengatur atau mengganggu kelangsungan masyarakat tersebut. Namun pada kenyataannya, masyarakat Hongkong bersifat solider. Meskipun hubungan tak terjembatani pada pertengahannya, hingga menunggu Marcus Curtius untuk mendekatinya dan walau memisahkan kehidupan sosial luar Eropa dan Tiongkok, masyarakat Hongkong secara dalam terikat bersama oleh persekutuan kepentingan dan kewajiban yang makin berkembang: takdir dari satu ras untuk memerintah dan nasib ras lain untuk diperintah. Periode-periode berbeda dari sejarah Hongkong, melalui setiap perubahan oleh pemerintahan gubernur berbeda, pada kenyataannya merupakan tahap berkelanjutan dari pertumbuhan satu sosok ideal (Koloni) yang biasanya meluaskan dirinya dalam jalur berkelanjutan dari banyak generasi, seperti halnya seseorang dan keluarga ideal yang sama (masyarakat). Masih melirik lebih dalam, ada yang nampak menonjolkan masyarakat berkembang dan campuran Hongkong sebagai kesatuan yang mempengeruhi diri: penyatuan rahasia tak terpisahkan dari Eropa dan Asia (diwakili oleh Tiongkok). Penyatuan tersebut berada dalam proses kerjasama terapan melalui unsur perpaduan perdagangan, peradaban dan pendidikan Kristen, dan terutama melalui perkembangan cepat pengaruh politik Britanai Raya di Timur, sebuah pengaruh yang bermula pada masa terawal Perusahaan Hindia Timur di India dan Tiongkok. Sehingga, komunitas Inggris-Tiongkok di Hongkong secara khusus mewakili penyatuan yang datang dari Eropa dan Asia yang Tiongkok secara dini tentang kala Britania Raya dan Rusia, Prancis dan Jepang secara tanpa disadari bekerjasama terhadapnya. Sebagaimana yang mewakili penyatuan tersebut, masyarakat Hongkong memiliki akarnya dalam masyarakat yang lebih awal dan kecil dari pedagang Inggris dan Eropa lainnya dengan warga Tiongkok yang bergantung pada mereka-bermukim di pabrik-pabrik Kanton. Namun perwujudan terawalnya dapat ditemukan dalam pemukiman Portugis dan Belanda sebelumnya dan terutama para agen Perusahaan Hindia Timur yang tanpa disadari bekerja di Tiongkok, serta di India, masalah internasional dengan solusi yang Hongkong terima secara khusus. Di bawah tekanan penyadaran jiwa perdagangan bebas di Inggris, kala Perusahaan Hindia Timur menarik diri dari bidang tersebut (1834), para pedagang bebas Inggris di Kanton tetap mewakili Eropa di Tiongkok, dan, kala tanpa digerakkan, bergerak ke Hongkong (1841) prinsip perdagangan dan politik yang menyatu tersebut sampai saat ini menaungi unsur-unsur perkembangan dalam perubahan sejarah Hongkong. Namun kala sejarah masyarakat Hongkong dihadirkan sehingga rantai pengaruh tak terputus menghubungkan misi politik Eropa dengan politik Asia saat ini, sehingga juga pemerintahan berturut-turut dari pemerintahan Koloni tersebut memiliki penyatuan dalam yang sama. meskipun setiap Gubernur hanyalah pengunjung bergantian, setiap Gubernur menghimpun idiosinkrasinya sendiri, dan setiap Gubernur dikendalikan oleh serangkaian Sekretaris Negara untuk Koloni yang silih berganti, di balik mereka semua adalah gagasan tersebut selain tak ada entitas sebenarnya yang kecil, kecerdikan wacana masyarakat Inggris, yang mengisnpirasi dan mengatur mereka semua. Kecerdikan tersebut, yang merasa misinya di Eropa dan Amerika Utara terpenuhi, telah diperdagangkan untuk memasuki bidang tindakan baru sehingga merampungkan takdirnya. Asia dan secara umum negara dan benua yang berbatasan di Samudra Pasifik, kini menugasi tenaga-tenaga Downing Street dan para Gubernur dikirim maju darinya, serta tenaga-tenaga India Office, dengan masalah peningkatan penyematan internasional semacam itu, bahwa Colonial Office dan India Office dengan cepat terlucuti dalam mempengaruhi Foreign Office, dan kebutuhan keduanya kini menuntut pembentukan sebuah Kementerian yang secara khusus ditugasi mengatur kepentingan Inggris di Timur Jauh. Faktanya adalah pergerakan keseimabngan kekuatan dunia beralih dari Barat ke Timur, dari Laut Tengah ke Pasifik.

Untuk pamndangan umum, posisi Hongkong di Timur nampak merupakan pulau terpencil, sebuah titik kecil disebuah samudra yang sedikit diketahui. Namun, pada kenyataannya, Hongkong secara komersial berperingkat sebagai pelabuhan kedua Kekaisaran Inggris, yang secara geografis menduduki tempat paling menguntungkan dalam hubungannya dengan tempat-tempat tujuan penting di Timur Jauh. Selama dua ribut tahun terakhir, pergantian peradaban mengarah dari Timur ke Barat: Eropa dibimbing oleh Asia. Dinaungi oleh Kekristenan, peradaban kini kembali ke Timur: takdir Eropa untuk memerintah Asia. Berkirab di kepala peradaban, Britania Raya memperdagangkan misi tunggalnya di Asia oleh pendudukan India dan Burma, Negeri-negeri Selat dan Hongkong. Dengan pendudukan lima puluh tahun masyarakat Tiongkok di Hongkong, Britania Raya menyaksikan bagaimana masyarakat Tiongkok (selain dari Mandarin) jatuh ke rezim Eropa, dan perubahan cepat bebatuan penghalang menjadi salah satu wilayah perdagangan dan menakjubkan di dunia, telah menunjukkan apa yang dapat dicapai tenaga kerja, industri dan perdagangan Tiongkok di bawah pemerintahan Inggris. Selain itu, terletak di perbatasan barat Pasifik, segaris dengan Kanada di Timur Laut, dengan Wilayah Pendudukan Yang Mulia di India dan Afrika di Barat Daya, dan dengan Koloni-koloni Australia di Selatan, Hongkong menduduki posisi yang penting secara khusus, tak hanya berkaitan dengan masalah perkumpulan di sekitaran Tiongkok dan Jepang (Dalam hubungan menguntungkan mereka dengan Britania Raya, Rusia dan Prancis), namun secara khsuus juga berkaitan dengan peran besar yang ditujukan Samudra Pasifik untuk memainkan wilayah-wilayah tertutup dalam sejarah dunia. Apa yang Laut Tengah dan Atlantik alami kala peradaban berpindah dari Timur ke Barat, Pasifik kini terikat semenjak gelombang pergerakan perjuangan dari Barat ke TImur. Afrika bahkan kini berada di lingkup peradaban modern lewat perpaduan kekuatan Eropa. Amerika Selatan kemudian menyusul. Ini bukanlah kekuatan kelas satu di dunia yang tak memiliki wilayah di pesisir Pasifik. Britania Raya dan Amerika Serikat, Rusia dan Prancis, Jerman dan Italia, Spanyol dan Portugal, semuanya bersaing satu sama lain terhadap kekuasaan negara-negara yang berbatasan, atau pulau-pulau yang terletak di daerah Pasifik. Ini tidak mengharuskan hadiah nabi untuk melihat bahwa politik dekat pusat masa depan di Timur dan masalah Timur Jauh akan diselesaikan di Pasifik utama. Persaingan akan maskin berkembang dan dalam persaingan tersebut, Hongkong akan menjadi salah satu stasiun paling penting untuk kekuatan umum Kekaisaran Inggris. Disini, bahkan melebihi penyematannya pada masalah Asiatik, menaungi pengaruh Hongkong sebenarnya. Hal semacam ini menjadi pendirian Koloni ini dalam kaitannya dengan tempat-tempat tujuan Timur Jauh: Hongkong akan memiliki tempat penting dalam sejarah masa depan Kekaisaran Inggris.

Penjelasan yang dimajukan akan memandu tema buku ini ke sorotan pembaca umum. Sebagaimana perlakuannya, dorongan penulis telah berpadu dengan tujuan-tujuan sejarawan, ditulis dari suduit pandang sejarah universal, tugas-tugas pembuat kronik peristiwa semacam itu adalah kepentingan khusus pemukim Eropa di Timur sebagaimana untuk menyediakan buku pegangan rujukan pada saat yang sama untuk orang-orang yang memegang kepentingan aktif dalam kepentingan Koloni Inggris tersebut pada saat ini serta dalam hubungan Inggris dengan Tiongkok. Karya ini memberikan kisah kebangkitan dan perjuangan Hongkong sampai tahun 1882. Kisah-kisah paling terkini dari sejarahnya terlalu dekat dengan pandangan kami sehingga menuntun perlakuan sejarah imparsial pada saat ini.

E. J. EITEL.
College Gardens,
Hongkong, 2 Agustus 1895.
DAFTAR ISI
Halaman
  1. Bab. I.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    1
  2. II.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    12
  3. III.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    19
  4. IV.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    26
  5. V.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    42
  6. VI.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    53
  7. VII.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    62
  8. VIII.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    75
  9. IX.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    96
  10. X.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    127
  11. XI.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    135
  12. XII.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    163
  13. XIII.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    179
  14. XIV.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    211
  15. XV.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    253
  16. XVI.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    288
  17. XVII.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    313
  18. XVIII.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    353
  19. XIX.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    408
  20. XX.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    477
  21. XXI.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    522
  22. XXII.
    ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
    568

Sumber: wikisource:Europe in China